Skip to main content

Nasihati dengan cara yang kita sendiri sukai :)




Seorang ukhti bertanya, Rasul saw dulu berdakwah dengan cara sindir sindir dan perli perli ke...?

Semua orang sepakat Rasulullah saw berdakwah dengan cara terbaik, akhlak terbaik, susunan perkataan, nada dan ayat ayat yang baik...

Maka, berkatalah yang baik atau diam.

Secara teori, mudah untuk kita mengungkap berdakwah dengan hikmah, lemah lembut, berbicara mengikut tahap pemikiran, menegur dengan kasih sayang dan kelembutan...

Tetapi saya dan kita kadang terlebih emosi hingga isi yang baik disampaikan dengan cara yang kurang baik - menyindir , memerli, mencela, merendahkan etc - ia tidak sama sekali menyampaikan ilmu dan mesej baik kepada pendengar- dengan cara itu yang sampai mungkin adalah akhlak dan tutur kata yang buruk, kasar dan keras...

Wahai teman teman yang baik, ayuh kita luruskan pena, hati dan lidah. Teori dakwah yang hebat tidak mampu meresapkan ilmu ke hati manusia jika hati kita yang menyampaikan tidak tenang, keruh, marah dan benci.

Lunakkan hati dengan zikrullah dan taqwa. Bertaqwa dalam perkataan dan berbuatan - itulah yang paling dicintai Allah dam Rasulullah. Luaskan hati dengan kesabaran dan kasih sayang.

Berhenti sejenak, berfikirlah, bagaimana kita suka dinasihati dan diberi ilmu, begitulah insan lain mahu dididik dan dinasihati...

Ajak manusia kepada kebenaran, dengan cara yang boleh mempengaruhi jiwa insan, tidak sekadar menyerang dan menjatuhkan kawan dan lawan.

_______________________________


Selain dari (tidak mengerjakan amal-amal) itu, ia (tidak pula) menjadi dari orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan dengan sabar serta berpesan-pesan dengan kasih sayang. (Al-Balad 90:17)
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan kesabaran. (Al-’Asr 103:3)

________________________________




Saya sayang semua :)



Comments

sea_lavender said…
nice :) benar, kita pasti inginkan penyampaian sesuatu mgikut cara kita.. moga kita dapat memberi secara berhikmah spt baginda Nabi Muhammad SAW.. In Shaa Allah..

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?

Poligami: Bersedia Hadapi Ombak Perasaan

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik