Tuesday, July 15, 2014

Merapatkan ayah dan anak?

 
Sewaktu Seminar Baitul Muslim lepas, ada peserta yang tanya pada ahli panel Forum Poligami - bagaimana nak rapatkan ayah yang poligami dan anak-anak yang jarang ditemui...? Bimbang kurang perhatian dan kasih sayang anak anak sebab si ayah berpoligami.
 
Saya tak ingat apa panel waktu tu jawab..Cuma kali ni saya nak kongsi apa peranan yang isteri boleh lakukan untuk rapatkan anak dan ayah mereka sekalipun mereka jarang berjumpa, moga bermanfaat bukan saja pada mereka yang di alam poligami. 
 
Tapi juga bermanfaat untuk famili yang melalui hubungan jarak jauh, atau yang sangat sibuk hingga sempat  jumpa anak 3 -4 jam je seminggu (walau suami balik rumah hari hari, tapi hanya untuk tidur dan tukar baju). Malah moga membantu untuk isteri yang rasa suami mereka tak rapat dengan anak anak walaupun tak berpoligami.
 
(Hasil pembacaan dan perkongsian dari ibu ibu berpengalaman)
 
Apa usaha dan peranan yang boleh dilakukan isteri:
 
1) Isteri sendiri perlu connect/rapat/ada keterikatan hati dengan suami sebelum boleh connect/hubungkan anak anak dengan suami. Kalau isteri berjauh hati, merajuk,  rasa banyak unfinished business dengan suami, tak puas hati banyak perkara - hati isteri rasa jauh dan beraura negatif - suami juga akan menjauh dengan isteri. Anak anak menjadi mangsa bila ibu ayah saling menjauhkan diri. Jika ibu sedih dan terasa hati apa apa, sampai kan dengan baik pada suami. Selesaikanlah dengan baik hingga suami isteri kembali mesra insyaAllah mudah isteri nak mesrakan anak anak dengan ayah nya.
 
2) Phone call yang meaningful - Walau tak selalu jumpa, tapi bila isteri dan suami selalu berhubung,  bertanya khabar dan perkembangan anak anak-anak insyaAllah mengeratkan kasih sayang.  Kalau anak-anak tak pandai / tak sempat cakap dengan ayah pun tak apa, ibu cerita lah pada anak yang ayah call, tanya khabar anak anak..
 
Berkongsi pengalaman peribadi, bila saya check duration call saya dan suami setiap kali call, purata antara 3 minit ke 11 minit - tapi sesingkat itu buatkan saya rasa diingati dan diberi perhatian.  Memenuhi emosi isteri dan insyaAllah bila hati ibu terisi, ibu happy cerita pada anak-anak tentang ayah. Walau sembang singkat, tetapi kerap akan membantu suami isteri update perjalanan harian masing-masing seadanya.
 
3)Puji suami pada anak in private dan depan suami. Bila bila yang suami tak ada, kita boleh cerita kebaikan ayah mereka pada anak anak,  kita menghubungkan anak dengan ayah. Boleh puji suami depan anak juga, agar suami rasa dihargai pemberian nya dan keberadaannya dalam famili.
 
4) Ajak anak berterima kasih pada ayah - terlalu banyak perkara yang isteri harus berterima kasih kepada suami, dan kita sama sama mensyukuri nya dengan anak anak. Allah gembira kita berterima kasih pada manusia apatah suami kita yang sangat istimewa dalam hidup kita. Ajak anak anak bersyukur Allah kurnia kan seorang ayah yang rajin,  bertanggungjawab,  penyayang dan apa saja ciri-ciri positif ayah yang ada.
 
5) Cerita pada anak tentang job nature papa - kerjaya adalah hal yang besar membataskan masa suami dan anak anak. Jadi kita cerita pada anak anak tentang apa dan bagaimana kerja ayah mereka sesuai pemikiran anak anak. Dan sekali lagi, kita syukuri suami/ ayah kepada anak anak kita yang bekerja keras. Jangan provok anak contohnya, " ayah kamu tu sibuk sangat dengan bisnes dia , bukan nak peduli hal kita..!@#$"
 
Atau,  " mak kamu sibuk dengan students kat sekolah,  kita kelaparan kat rumah ...@#$/^&34!!"
 
Yang benar nya,  duduk bincang elok elok suami isteri jika ada yang tak kena. Main serang serang dengan kata kata negatif tak membantu rumah tangga.
 
6) Kenalkan anak pada ayah dan sebaliknya.  Isteri menjadi orang tengah menceritakan pada anak pasal ayah nya. Dan menceritakan pada suami pasal anak anak. Masa yang singkat kadang ada benda suami tak perasan pada anak anak jadi bercerita lah seadanya agar membuka ruang anak dan ayah saling Mengenali saling memahami.
 
7) Plan activities - dari kita complaint suami tak bawa anak berjalan jalan, isteri perlu proaktif merancang dan libatkan suami. Sekali lagi, komunikasi.  Jangan harap suami faham faham, kemudian bergaduh dan muka masam sebab suami tak faham faham :D
 
8) Support husband emotionally - Suami berat tanggungjawab berkerja di luar, menyumbang pada masyarakat,  ada ujian iman, emosi dan tekanan tersendiri - jadilah isteri dan ibu bertenang yang mampu menyejukkan perasaan suami. InsyaAllah isteri yang tinggi perasaan empati dan memahami akan dapat balasan yang sama dari suami. Suami akan mudah memahami juga tekanan dan kepenatan serta pengorbanan isteri yang penat bekerja di dalam rumah atau bekerja di luar rumah.
 
 
 
9) Raikan perbezaan parenting - Kadang ibu dan ayah berkonflik kerana berbeza cara mendidik anak. Jangan kita ibu merasa cara kita saja yang betul dalam mendidik dan mengurus anak. Kita rasa suami tak pandai jaga anak atau kita meremehkan cara suami mendidik anak. Berbincang lah, csri kesepakatan dan saling menghormati cara masing-masing dalam mendidik. Anak anak akan menghormati ayah,  bila ibu juga menghormati si ayah. Anak anak menghormati ibu dan ayah bila ibu ayah saling menghormati.
 
10) Doa. Doa. Doa pada Allah. Inilah tips paling penting antara semua. Kerana hanya Allah yang Maha Berkuasa menyatukan hati - hati manusia, bukan sebab harta. Allah yang mengikat hati, Bukan sebab banyak masa bersama di rumah. Isteri dan ibu seperti saya perlu menjadi hamba Nya yang taat, menjaga syariat Allah hingga Allah berkenan menjaga kasih sayang dan keharmonian keluarga poligami kita ini. Kita doakan Allah suburkan kasih sayang antara kita dan suami.  Antara suami dan anak-anak.  Dan seterusnya.
 
InsyaAllah kita usahakan perlahan lahan memperbaiki dan menyuburkan hubungan suami dan anak-anak. Jika Sekian lama kita dan suami tak rapat, asyik berkonflik - kita tak boleh harap hubungan pulih sehari dua..perlahan lahan dan istiqamah.




Tuesday, July 8, 2014

Anak: Bersabar dan Bersabar

 
Pagi pagi tadi, saya 'bergaduh' dengan anak lelaki saya yang 4 tahun. Saya ter'marah' yang over. Lepas tu saya marah diri sendiri dan sangat sedih dengan diri sendiri - sebab sikit sangat bekal sabar saya :(

Saya sangat bersyukur Allah bagi saya dua hero kecil Abdullah dan Abdurrahman dalam hidup saya, kedua-dua mereka dikurnia Allah di bulan ramadhan - tapi..kadang macam take for granted dan kurang mensyukuri dapat mendampingi mereka setiap hari.

Allah menggembirakan hati saya seorang ibu- bila anak anak bercakap dan bersikap positif, dan kenapa bila Allah uji sikap negatif anak - kita tak sempat tekan butang pause sebelum marah sedangkan kalau kita jujur muhasabah diri , sikap negatif anak banyaknya adalah refleksi cara kita mendidik nya.. Patutnya marah diri sendiri sebelum marah anak. Perlu marah anak (baca:tegas) tapi jangan keterlaluan.

Anak kecil, mindanya dan hatinya sangat perlu difahami oleh saya dan kita orang dewasa, supaya dapat mengelak pergaduhan yang tak perlu. Pergaduhan dan kemarahan yang mungkin meninggalkan efek negatif pada hati anak untuk jangka masa panjang.

Anak saya sedang belajar tentang dunia ini. Tentang rutin hidup. Tentang komunikasi. Hati dan jiwa mentah mereka perlukan input yang banyak dari saya, saya perlu bercakap dengan jelas, lemah lembut, bersabar dengan pengulangan, menahan marah, menahan jeritan, menahan dari menyakiti anak dengan tangan..

Menjadi ibu bapa  yang adil dan berhikmah sangat sukar. Saya sangat perlu pertolongan Allah dan petunjuk Nya. Hanya Allah yang berkuasa ke atas diri kita dan anak kita. Dekat lah pada Allah wahai mama. Minta Allah perbaiki akhlakmu, menambah kesabaran mu dan kebijaksanaanmu Mengendali kerenah anak yang kadang sangat menguji hati.

Minta Allah bantu kita Didik anak jadi anak soleh, mendidik anak beerti mendidik diri sendiri menjadi lebih baik setiap hari.

Mohon pertolongan Allah dengan sabar dan solat :')
 
*****
 
Nota tambahan:
 
 
Syaikh Ibnu Al-'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ (Barangsiapa yang tidak merahamati maka tidak dirahmati), yaitu barangsiapa yang tidak merahmati manusia maka ia tidak akan dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla –kita berlindung kepada Allah akan hal ini-, serta Allah tidak memberi taufiq kepadanya untuk merahmati.

Hadits ini menunjukan bahwa bolehnya mencium anak-anak kecil karena rahmat dan sayang kepada mereka, apakah mereka anak-anakmu ataukah cucu-cucumu dari putra dan putrimu atau anak-anak orang lain. Karena hal ini akan mendatangkan rahmat Allah dan menjadikan engkau memiliki hati yang menyayangi anak-anak.

Semakin seseorang rahmat/sayang kepada hamba-hamba Allah maka ia semakin dekat dengan rahmat Allah. Bahkan Allah mengampuni seorang wanita pezina tatkala wanita pezina tersebut merahmati seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan…"

(firanda.com)


 
 

Monday, July 7, 2014

Poligami dan Kemanisan Bermadu

 
 
Di tengahari Jumaat itu, alhamdulillah saya diberi peluang berkongsi di Wanita Hari Ini TV3 untuk topik Manisnya Madu. Apa intipati sebenar dengan kemanisan bermadu yang saya fahami...?
 
********
 
Kemanisan madu dan poligami..?

Bukan sekadar pada mata mereka yang melihat lalu berkata, 'sweet nya..'

Namun, kemanisan hakiki itu pada redhanya hati melalui kehidupan poligami yang ditentukan Allah....


Kemanisan itu pada kesetiaan suami dan isteri isteri dalam mentaati Allah di sebalik cabaran suka duka poligami.

Kemanisan itu bila mana hati mencari kekuatan dan pertolongan Allah semata mata, untuk mencintai suami dan madu semata mata kerana Allah.

Kemanisan itu adalah pada mujahadah mencintai untuk saudaramu, apa yang kamu cintai untuk diri mu sendiri.

Kemanisan itu pada bait bait doa memohon kesabaran dan kesyukuran dari Allah yang sangat menyayangi hamba Nya.

Kemanisan itu apabila tidak putus asa mensucikan jiwa dan akhlak untuk menjadi yang terbaik sebagai suami, isteri dan madu.

Sabda Rasulullah SAW.: "Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman (iaitu)

1. Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul),

2. dan dia mencintai seseorang (suami, madu, sesiapa saja.. ) semata-mata kerana Allah,

3. dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api".

(Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dan lain-lain)
 
 
 
 
 
 
*Pada yang ingin mempelajari tentang poligami, dapatkan salah satu buku jualan saya  bertajuk " 202 Pelajaran Berkenaan Poligami" denga harga setelah diskaun hanya RM 16. Whatsapp /mesej 013-3776878.
 
 

Tuesday, April 1, 2014

Mencari bakal imam :)

 
 
*Khusus buat isteri dan bakal isteri DAN penggemar 'wahai bakal imamku..'*

 ----

 kerana kita isteri, juga adalah pemimpin rumahtangga

 ----

Suatu ketika dulu saya juga pernah terbuai dengan madah ‘bakal imamku..’ dan wahai pemilik tulang rusukku..’

'Wahai bakal imamku, bilakah kita akan bertemu..'

'Wahai pemilik tulang rusukku..aku akan mencintaimu kerana ALLAH'

Demikianlah antara luahan dan harapan seorang gadis biasa tatkala hati mula terdetik untuk memiliki pasangan hidup. Bukan pasangan biasa biasa yang diimpi, namun hampir semua kita berharap seorang isteri atau suami yang mampu memberi kebahagiaan, ketenangan dan tempat untuk perasaan saling berteduh.

Kini saya dah jumpa pak imam  ;D

Pak imam saya dan pak imam kalian sesungguhnya adalah insan biasa yang kalian beri madah—madah hebat seolah perwira sempurna hingga akhirnya rasa kecewa bila kelemahan mereka tertonjol.

Kita harus jadi realistik saudari muslimahku..!

Buka mata pada banyaknya kebaikan imam dan berlapang dada serta berhikmah menyikapi satu dua kelemahannya, kerana begitulah juga kita mahu kelemahan kita dilayani.

Tika imam itu memilihmu dulu, dia juga merasa ALLAH telah memberinya bidadari nan penyejuk mata.

Kaulah segala-galanya.

Tetapi bila ujian dan keperitan dunia menghambat, dia juga lelah dan tertekan dengan rengek manjamu yang tak kesudahan. Dia penat dengan rajuk marahmu. Dia bukan hidup hanya untuk memujuk dan menghiburkan dirimu. Dia juga mahu dipujuk dan dihiburkan.

Dia mahu bidadarinya yang mampu tampil kuat, berseri, tenang dan sabar dalam menongkah arus hidup yang tidak tahu bila berakhir. Dia mahu bidadari yang kuat membangun diri kerana bidadari itu diharap untuk membangun 'jemaah' yang menyumbang pada ummah.

Dan baru saya mengerti bahawa kita wanita juga adalah imam..pemangku IMAM BESAR.

Mungkin kalau imam sempat bermadah, inilah coretannya buat kita bakal pemangku imam:

___

Wahai gadis bakal pemangku imam,

Diriku seorang imam, yang merasa beratnya memikul tanggungjawab imam. Sudikah dikau membantuku kala diperlukan, menenangkan jiwa ku kala kepayahan, menghiburkan hatiku yang kadang kegundahan, menjadi insan dewasa dan matang ketika diriku harus keluar meninggalkan dirimu bersama jemaah? Meninggalkan sikap keanak-anakan dan mengada-ngada?

Wahai bakal pemangku imam, kuatkanlah iman mu dan pergantunganmu dengan Tuhan.

Hanya ALLAH pemberi segala. Hanya ALLAH yang memberi bahagia. Hanya ALLAH yang boleh menghilang sepi dan sedihmu. Jika ALLAH menjadikan diriku wasilah yang membuatmu terhibur, bahagia dan hilang sepi..sama-samalah kita bersyukur kepada ALLAH...

Benarkah ingin mencintaiku kerana ALLAH..? Baguslah..jika mencintaiku kerana nafsumu, kau akan hilang bahagia kalau aku tiada, dan derita kalau aku mahu mencari pemangku imam yang lain...

Moga cinta tulus kita membawa ke syurga..bukan sekadar nampak bahagia di facebook atau di gambar jalan-jalan kita..!

Ohh sampai sini saja sebab imam tak pandai bermadah dan imam banyak kerja .. :D

****


  '...Isteri adalah pemimpin dalam rumahtangga suaminya dan dia akan ditanya mengenai tanggungjawab kepimpinannya....' (Hadis Bukhari Muslim)

Isteri yang baik ialah...

“Wanita yang membahagiakan (suaminya) jika dipandang, mentaatinya jika diperintahkan dan tidak menyelisihi berkenaan dirinya dan hartanya dengan apa yang tidak disukai (oleh suami).” (Shahih Sunan al-Nasa’e)
 
 
:)
 
 

Friday, March 28, 2014

Kahwin, tak cukup seks...?

 
Kahwin, tak cukup seks?

Kali pertama orang bertanya soalan sensitif ini pada saya beberapa tahun dulu, waktu saya sedang ziarah raya ke rumahnya..

Tanya seorang muslimah ketika itu..."Kawan kak tanya, Macam mana nak bagi suami kahwin lagi...
kalau kita isteri pun rasa tak cukup seks..??" Mestilah muka saya berubah dengar soalan sensitif itu...

.. dan selepas-selepas itu, ada beberapa persoalan yang dikongsi oleh teman muslimah berkaitan hubungan intim dan kemesraan rumahtangga(dengan kapasiti saya menulis banyak entri pernikahan dan poligami di blog.)

Pada yang bertanya itu, walaupun dikait dengan poligami, sebenarnya amat penting juga untuk yang belum terlibat poligami. Malah untuk semua yang bakal dan telah lama berkahwin. Agar alam pernikahan tidak terfitnah, sedangkan ia anugerah Allah.

Samaada poligami atau tidak, dari awal perkahwinan lagi harus diluruskan isu seks/kemesraan suami isteri.

Dari ilmu yang dikutip dari kursus dan seminar perkahwinan yang saya ikuti, saya kongsikan beberapa aspek yang mungkin penting untuk membantu kemesraan suami isteri.

1. Plan: kalau agenda harian lain boleh plan- kerja, meeting, halaqah, main futsal etc boleh plan, waktu untuk bermanja bermesra suami isteri pun kena masukkan dalam jadual..kalau awal awal kahwin tak berapa sibuk, mungkin takde masalah nak berkepit dan berasmara spontan, tapi bila alam realiti menjengah, sibuk kerja, sibuk urus rumah urus anak, nak senyum kat suami/isteri pun rasa payah.. sex appointment sangat banyak membantu untuk suami isteri connect to each other. Tak semestinya seks pun, kadang kadang isteri nak duduk dalam pelukan suami sambil sembang sembang, peluk cium seadanya..gunakan masa yang kita allocate untuk just give attention to each other..

2. Komunikasi: Kena belajar respon dan suarakan pada suami tentang kualiti dan kuantiti yang isteri harap..pilihlah bahasa, nada, perkataan dan ayat yang baik untuk isu sesensitif ini..dan kompromi. Suami tak tahu apa yang kita fikir dan rasa..

3. Doa: Seks atau apa jua kenikmatan dan kebaikan yang kita miliki dalam hidup ini adalah dari Allah. Berdoa dan mintalah pada Allah. Minta Allah bantu kita supaya suami terhibur dengan kita. Minta Allah bantu suami kita agar dapat puaskan jiwa dan fizikal isteri yang umumnya complicated.. Minta Allah jaga anak anak kita waktu kita nak bermesra..mintalah apa saja dariNya, termasuk kenikmatan suami isteri, kemesraan dan keharmonian rumahtangga, monogami atau poligami..
 
 
:)
 
 

Saturday, March 22, 2014

Poligami dan Penerimaan Ibu Bapa

 
Poligami dan Penerimaan Ibu Bapa:

Semalam saya berpeluang bersembang dengan dua orang lagi sahabat yang suami mereka dalam perancangan bernikah lagi insyaAllah. Saya terharu atas kesediaan mereka sebagai isteri...sebab saya tahu ujian poli...
gami tidak mudah ditempuh. Moga Allah merahmati mereka dan suami mereka, dan keluarga baru yang bakal dibina.

Pernikahan biasa atau poligami tidak dapat lari dari ujian kesulitan sebelum, selepas atau semasa. Hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.

Kali ini saya ingin berkongsi sedikit tentang isu ibu bapa dan poligami.

Saya sendiri awalnya menghadapi ujian mendapat izin dan restu wali (ayah saya) untuk dijadikan isteri kedua. Yang mana kita maklum bahawa hampir semua ibu bapa berat melepaskan anak perempuan mereka untuk menjadi isteri kedua dan isteri seterusnya.

Namun poligami atau pernikahan biasa, pada saya tak boleh tinggal istikharah dan musyawarah. Iaitu mohon pada Allah, dan mohon pandangan insan-insan amanah dan berilmu.

Bakal suami ketika itu berterus terang melamar saya depan ayah dan memohon agar ayah saya merestui dan meredhai rumahtangga yang ingin dibina.

Saya menulis surat panjang lebar kepada ayah saya kenapa saya mahu mempertimbangkan lamaran menjadi isteri kedua, dan saya juga menyebut pada ayah yang saya sangat perlu pada restu dan redha beliau kerana kelak selepas berkahwin saya perlu doa dan nasihatnya dalam melayari alam rumahtangga.

Bakal suami juga menyebut yang pernikahan tak akan diteruskan kalau parents saya sangat berat untuk menerima.

Proses berbincang dan mendapat restu dan izin wali ini berlaku lebih kurang 3 bulan.. tidak lari ada sedikit miscommunication dan misunderstanding namun bila bakal suami mengkomunikasikan dengan baik pada bakal mertua nya, ia sangat membantu.

Dalam pada itu saya mendapat pelbagai respon dari sahabat sahabat rapat yang saya mohon pandangan, dan juga pandangan ustaz Ustazah yang saya hormati. Saya menghargai dan meneliti pandangan semuanya dengan rasa yang bercampur baur.

Akhirnya selamat menikah, saya bersyukur selepas bernikah - parents saya menerima kehidupan poligami kami seadanya. Saya percaya mak abah yang sangat saya kasihi selalu mendoakan yang terbaik untuk keluarga poligami kami.

Dan bila suami saya mahu bernikah lagi (dengan isteri ketiga), suami saya turut memaklumkan kepada mak abah saya..saya sangat hargai ketelusan suami tidak membelakang kan parents dalam proses untuk berkahwin dengan saya dan madu saya.

Setiap kita punya cabaran berbeza bila berdepan isu ibu bapa dan poligami. InsyaAllah bila semua pihak memainkan peranan dan bersungguh, ada hasil yang positif. Kadang ambil masa untuk parents positif menerima, teruslah berdoa dan berusaha semampunya.
 
 
 

Wednesday, March 5, 2014

Buku Terbaru Poligami : Sebarkan KebenaranMU



Assalammualaikum wa rahmatullah sahabat sahabat yang dikasihi,
 
Dapatkan buku terbaru ini untuk diri sendiri atau untuk dihadiahkan kepada orang lain - moga bermanfaat menambah ilmu menukar persepsi kepada yang lebih baik insyaALLAH.
 
��Pembelian Buku Poligami Terbaru Secara Online

-------

✅ Tajuk:
...

"Sebarkan KebenaranMu: Catatan Ke Atas Novel Sebarkan Cinta Mu "�� oleh Kapten Hafiz Firdaus Abdullah. (500 muka surat.)

✅ Harga RM 39. Selepas diskaun = RM 33.

✅ Postage RM 9 Semenanjung.
RM 12 Sabah/Sarawak (Sebuah buku). Penghantaran setiap hari Selasa & Khamis.

✅ Cara pembelian:

1. Bayar ( Bank in) ke akaun CIMB Nurul Adni Adnan No akaun: 1277 - 0002188 - 20 - 8.

2. Mesej kepada 013-3776878 (Puan Nurul) atau PM fb Nurul Adni Adnan - nama penuh, alamat, no telefon, bilangan buku dan resit bayaran.

✅ Sebarang pertanyaan hubungi 013-3776878
 
Antara isi kandungan: 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
:)
 
 
 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...