Skip to main content

Kekurangan diri = Merendah Hati

Kekurangan diri perlu untuk merendah hati..kan?

Dalam keadaan kita serba kekurangan pun, kadang kita selalu merasa hebat.

Melihat pada orang sekeliling, pelbagai jenis manusia akan ditemukan. Yang pasti, tiada manusia sempurna ditemukan.

Salah satu hikmah mungkin, kenapa Allah mencipta manusia itu penuh kelemahan adalah supaya manusia tidak bongkak dan akan kembali kepada Tuhan. Kalau dirinya sempurna, mana mungkin mudah untuk mencari tuhan malah mungkin merasakan dirinya lah Tuhan kecil yang berkuasa ke atas perjalanan hidupnya dan orang lain.

Maka bila insan punya kelemahan yang ia harus selalu perbaiki dan melakukan perubahan- insyaAllah ia lebih elok untuk merendahkan hatinya dalam pergaulan sesama manusia.

Dia merasakan insan lain ada kekuatan untuk menampung kelemahannya dan ia belajar bagaimana untuk berubah membangun kebaikan sepertimana dimiliki insan lain.

Antara kita mungkin ada yang:

Bagus dalam membangun aspek spiritual 

Bagus dalam kemampuan sosial dan interaksi dengan banyak pihak

Bagus dalam berusaha memantapkan ekonomi

Bagus dalam pengurusan emosi

Bagus dalam bidang ilmu, akademik dan pengajian

Bagus dalam skills  tertentu yang bermanfaat

Dan lain-lain.

Dan banyak lagi bidang yang menonjolkan kebagusan seseorang namun kelemahan nya turut berusaha diperbaiki semampunya.

Ayuh diri saya dan sahabat sahabat, kita jangan memandang rendah kepada mereka yang tidak ada kebagusan seperti kita namun kita berikan kata kata semangat.

Jauhkan dari kata-kata negatif berbaur merendah-rendahkan..seperti:

Kenapa jahil sangat ?

Kenapa akhlak kasar dan tidak pandai berlembut dalam pergaulan atau percakapan?

Kenapa tidak pandai buat kerja sampingan/ kerja rumah?

Kenapa tidak bersungguh mencari perkerjaan yang bagus ?

Kenapa beremosi melulu selalu?

Bileh nak mempersoal, namun persoalan itu harus menjadikan kita proaktif. Bukan soalan reaktif.

Dan dari segi lain pula, pada kekurangan yang saya dan kita semua miliki, jangan nafikan  atau jangan sekadar mengaku atau merasa rendah diri namun berusaha yang terbaik untuk perbaiki.

          "Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah berbanding mukmin yang lemah. Pada setiap orang ada kebaikan maka bersungguh-sungguhlah mencari apa yang bermanfaat bagi kamu dan mohonlah pertolongan Allah serta jangan bersikap mengalah.          

Jika kamu ditimpa oleh sesuatu maka janganlah berkata: “Seandainya aku berbuat demikian, tentu akan menjadi sekian-sekian” akan tetapi katakanlah: “Taqdir Allah dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi”. Ini kerana perkataan “Seandainya” membuka pintu perbuatan syaitan."

[Shahih Muslim]

Comments

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?

Poligami: Bersedia Hadapi Ombak Perasaan