Skip to main content

Hidup untuk akhirat

Bismillah.

Bila saya membaca dan mendengar kisah suka duka teman-teman di sekeliling,  saya suka mengingatkan diri saya agar tidak terpaut hati pada dunia ini dan pada isinya. Tidak terpaut dan tidak terikat pada isi dunia, pada anak anak,  pada harta dan pada momen suka duka. Hati perlu dilepaskan dari dunia agar ujian yang menimpa tidak terasa sakitnya.

Sakit. Sakit sangat bila kita kehilangan insan yang kita sayang. Sakit bila harta yang kita ada, hilang. Bila anak anak diuji sakit/meninggal dunia. Bila suami atau isteri dibawa pergi dengan perceraian hidup atau bercerai mati. Bila orang sakitkan hati kita, kita rasa sakit sebab kita fokus pada orang, bukan pada Allah.

Bukan bermaksud mengabaikan semua itu (harta, anak anak, suami isteri), sebaliknya saya perlu bersungguh fokus  pada hakikat sebenar adanya anak anak dan harta, pada adanya suami.

Agar saya tak hilang arah kalau Allah menguji saya kehilangan semua itu. Nauzubillah.

Kalau suami, anak-anak, ibubapa dan harta benda saya diambil Allah - apakah dan di manakah nilai diri saya?

Dengan adanya semua nikmat dunia itu atau tanpa adanya semua itu, apakah nilai hidup yang saya pilih? Apa yang saya ada untuk teruskan kehidupan untuk Allah, kerana Allah?

Sungguh,  saya akan serabut dan hilang arah jika fikiran, perasaan dan keperibadian saya hanya berkisar hal di dunia.

Syukurlah yang sebanyaknya, Allah berikan nikmat islam dan iman.. dan iman kita(saya) itu rapuh dan turun naik. Yang dengan islam dan iman itu, kita ada agama as a way of life. Dan lebih dari itu, kita ada perfect vision of life, kita mahu kehidupan abadi. Kita akan tenang, bahagia dan yakin melalui kehidupan ini di atas petunjuk agama, dalam merasa petunjuk serta kasih sayang Allah dan Rasulullah saw...berharap syurga dan redhaNya.

Duhai diriku dan semua wanita yang dikasihi...carilah nilai diri di sisi Allah dan Rasulullah saw. ALLAH muliakan wanita dengan islam yang mengangkat harga diri wanita setingginya. Maka harus kita cari ilmu dan petunjuk Allah.Agar kita tak hanyut dengan dunia.

Bila wanita jahil atau lalai dengan TUJUAN DAN TUHAN kehidupan, wanita akan selalu berduka, sedih dan sengsara. Dunia terasa sempit dan tidak adil. Akan rasa rendah diri dan terjebak dalam kemaksiatan dan kehinaan.

Tanpa ilmu islam dan tanpa memperbaharui iman, wanita merasa lemah kerana harga dirinya seolah ditentukan oleh kisah cintanya dengan lelaki dan suami, atau merasa rendah diri kerana beg tangan, pakaian yang disarung atau rupa paras yang tidak menawan.

Sedangkan kebahagiaan itu milik wanita yanh berilmu dan beriman.  Izzah atau harga dirinya ditentukan oleh hubungannya dengan Allah , bukan pada lelaki/suami yang didampingnya, bukan pada kemampuan melahirkan anak, bukan pada kepetahan bercakap atau pada harta banyak yang dimiliki.

Sesungguhnya hidup ini adalah jambatan yang akan membawa kita bertemu Allah di syurga atau neraka. Di dunia ini kita berusaha dan bekerja menjadi insan terbaik di sebalik ketidaksempurnaan kita.

Dengan petunjuk Allah dan Rasulullah saw, kita akan selamat dan berjaya..insyaAllah.

Comments

DYatie said…
Kan? Adakalanya saya terlalu memikirkan dunia. Astaghfirullahhala'zim.
noorasyikin25 said…
Semoga Allah sentiasa pelihara kita dr kecintaan pada duniawi...amin
Anonymous said…
Saya sgt tertarik dengan penulisan saudari...sungguh menyedarkan saya yg pernah hanyut dgn ujian kematian
Anonymous said…
Saya serg wanita yg pernah menjadi lemah dan putus asa bila cintanya pada suami dinodai dgn berbagai penipuan, kecurangan dan ketidak adilan. Hidup bagaikan musnah. Pengorbanan yg saya beri pada suami dgn bekerja dan mencari rezeki utknya dan anak2, menjaga anak2 dan menguruskan rumah dgn baik hingga dia dpt belajar master dgn tenang dan berjaya bagaikan tiada penghargaan dariNya. Penghargaan manusia yg saya harapkan tidak kesampaian. Saya dihina oleh suami saya sendiri dan oleh perempuuan2 simpanannya.Tapi alhamdulillah saya bangun semula dgn cinta yg baru..cinta kepada Allah Yg Maha Agung..kerana dgn cintaNya saya masih terus..masih menghirup udara pemberianNya..terus hidup utk beribadah kepadaNya..untukNya..tiada apa lagi yg lebih baik dari itu..hidup utk akhirat..saya bersyukur disebalik segala yg berlaku rupanya Allah telah dan sedang memberi cintaNya yg kekal abadi..cintaNya yg teragung utk saya..itulah yg terbaik..semoga para sahabatku muslimah semua..tanamkan dlm hatimu sekuatnya matlamat hidup di dunia ini sebetul2nya..hidup utk akhirat..terima kasih Puan Nurul..semoga dilimpahi rahmat Allah dgn kebahagiaan dan ketenangan buat Nurul sekeluarga hendaknya dan buat kita semua juga...

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Adab Isteri Dalam Rumahtangga Poligami

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?