Skip to main content

Poligami, Anak dan Kurnia Pernikahan



MasyaAllah...Subhanallah..indahnya perasaan memiliki anak kan..saya bahagia dengan hadirnya mereka dalam hidup saya.

Dan saya sangat bersyukur, anak anak ini lahir di alam poligami - yang sangat membuka mata saya tentang dunia poligami yang disebut dalam wahyu Allah. Sedang dulu di zaman bujang, saya pun seperti kebanyakan wanita, saya mahu mencintai dan dicintai dengan 'setia' oleh seorang suami. 

Namun Allah memberi yang lebih baik untuk saya, poligami, suami saya setia mencintai tiga isterinya :)

Benar, poligami tidak mudah. Menuntut pengorbanan perasaan yang besar. Alhamdulillah..dengan bimbingan dan kekuatan dari Allah, yang sukar menjadi mudah. Yang mencabar,turut datang banyak kebaikan bersamanya.

Saya sangat menyayangi seluruh ahli keluarga poligami kami atas cabaran dan kebaikan yang kami kongsi. Doakan kami diberi kebaikan dunia & akhirat.

Beberapa akhwat ada menyatakan kesediaan 'merelakan' suami berkahwin lagi, atas kesedaran melihat teman akhawat yang masih bujang sangat ramai.

Kalian tidak pernah salah atas niat suci itu. Bila kalian memberi peluang akhawat lain meraikan fitrah mereka bercinta atas nama pernikahan, dan berpeluang mempunyai zuriat, tidakkah itu satu hal yang sangat mulia dan membahagiakan saudaramu..?

Moga Allah memberi kalian syurga atas kesabaran perasaan melalui fasa suami bernikah lagi.

Mencintai untuk saudaramu, apa yang dicintai untuk dirimu.., dari tuhan segala kekuatan untuk beramal soleh.

Moga Allah membantu suamiku, madu maduku , serta pasangan lain yang mencari redha allah dengan jalan pernikahan ♥♥♥







Comments

Alhamdulillah. Semoga rahmat Allah melimpah ruah dalam keluarga besar ukhti...

Bagaimana ukhti beristikharah sebelum melalui fasa bermadu kali pertama dan kedua?

Boleh kongsikan pengalaman menjejak petunjuk Allah?

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Poligami: Bersedia Hadapi Ombak Perasaan

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?