Skip to main content

tarbiyyah: proses panjang mencipta kebahagiaan

Anak-anak remaja itu dipersalahkan, betapa nakal dan buruknya sikap mereka. Mereka juga dicemuh, tidak ada hala tuju hidup, tidak memberi manfaat pada orang lain. Hanya berhibur. Hanya melakukan perkara yang tidak berfaedah.

Mereka dilabel, 'tidak ada pegangan ' agama. Mereka tidak ada wawasan untuk memajukan diri sendiri. Bahkan, mereka melakukan perkara-perkara yang merosakkan diri sendiri dan merunsingkan masyarakat.

Anak-anak itu..tidak sedikit merunsingkan dan menyusahkan hati ibu ayah. Anak- anak itu juga dengan segala gejala sosial, parti seks liar, buang anak, pil khayal, merempit dan lain-lain lagi - juga termasuk dalam bajet dan agenda besar pemimpin negara..

Kita adalah ibu bapa dan pemimpin yang harus merenung.. Di manakah ruang perbaikan diri kita, agar anak- anak remaja 'yang bermasalah' tidak bertambah dan terhasil dari keluarga kita?

'Check' iman kita, ilmu kita, akhlak kita, kemampuan kita memimpin dan mendidik.. adakah anak-anak ini telah kita cetak dengan wahyu tuhan dan petunjuk rasul..?

Jiwa-jiwa kita..adakah kita sendiri telah pasti dengan tujuan hidup dan destinasi akhir yang ingin kita tuju?

Ilmu mengenal Allah, Rasul.dan Islam..adakah telah kita miliki dan hayati?

Adakah kita insan-insan 'dewasa' yang positif, matang, punya wawasan hidup dan agama yang luas? Adakah kita sendiri juga telah berusaha keras menjadi muslim yang baik, sebelum mengimpikan anak- anak kita menjadi remaja muslim yang dicontohi?

Wahai diriku, dan kalian yang mencintai ummah ini, pupuklah dalam hati ini iman yang bersumber dari ilmu Al Quran dan As Sunnah. Iman dan ilmu itu akan menjadi akhlak yang baik pada diri kita dengan usaha dan doa tanpa jemu. InsyaAllah.

Ayuh kita belajar mendidik dan membimbing. Ayuh kita belajar memotivasi dan membangun insan-insan di sekeliling.

Memotivasi suami untuk menjadi pemimpin keluarga yang baik. Memotivasi anak-anak untuk membangun potensi diri. Memotivasi adik beradik dan ibu ayah untuk menghidupkan keluarga yang beriman di jalan tuhan. Agar kelak kita semua bertemu di syurga tuhan..

Semua itu adalah proses tarbiyyah yang panjang. Jiwa kita harus tegar meningkatkan nilai diri sebagai isteri, ibu, penunut ilmu dan penyampai risalah agama..

Kita mentarbiyyah diri menjadi baik., agar punya kekuatan mentransformasi insan lain menjadi baik..

Tarbiyyah itu..hasilnya bukan terlihat sehari dua atau sebulan dua. Bukan bertahun atau malah mungkin berganti dekad, barulah tika itu lapisan keluarga mukmin unggul tercipta..

Namun moga-moga,.perubahan kita hari ini mencipta perubahan dan kebahagiaan di hari esok..



Published with Blogger-droid v1.6.7

Comments

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Adab Isteri Dalam Rumahtangga Poligami

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?