Skip to main content

...Moga ALLAH memberkati kalian Ihsan & Alia...




2 Mei 2010 menjadi saksi kepada sebuah lagi pernikahan iaitu pernikahan saudara seperjuangan kita, Muhammad Ihsan Abdul Razak dan Nurul Alia Md Noor. Alhamdulillah saya mampu hadir di majlis pernikahan yang damai itu beberapa ketika sebelum Ihsan melafaz akad nikah. Saya suka berada dalam majlis pernikahan dan menjadi saksi ikatan suci itu kerana secara peribadi, pernikahan mengingatkan diri saya akan perjanjian yang berat yang telah saya [dan suami] materai di hadapan ALLAH]..

Kerana pernikahan adalah salah satu pintu perjuangan, dan  jalan perjuangan yang juga menjadi wasilah pengabdian diri kepada ALLAH. Bermula dengan perjuangan membina diri memiliki syaksiah islamiyyah dan syaksiah daieyah, perjuangan itu masih berlangsung dan kini… perjuangan untuk membina rumahtangga muslim dan dakwah...

“Mudahnya bercakap tentang perjuangan..? Benarkah kalian orang yang berjuang…??”

Ya, hidup ini sebuah perjuangan. Kita semua berjuang menjalani kehidupan dengan cara yang terbaik dan paling mulia di pandangan NYA. Kita punya niat suci menuju Ilahi, namun godaan syaitan dan hawa nafsu mendatangi setiap penjuru hingga sering saja kita tersungkur di jalan mencari keredhaan ALLAH.

Saya dan kami semua perlukan kalian insan berjuang untuk bersama menapaki jalan perjuangan ini hingga ke akhirnya. Dengan potensi insan dan seinfiniti nikmat yang ALLAH limpahkan, ayuh kita ikhlas dan bersungguh-sungguh membangun peribadi, rumahtangga dan ummah yang meletakkan ALLAH, Rasul dan syariatnya di tangga teratas.





Saudaraku yang dikasihi lagi dihormati, Alia & Ihsan – rumahtangga kita bukan sekadar untuk meraih ketenangan dan kebahagiaan peribadi, namun rumah tangga kita adalah asas untuk melahirkan ummah yang juga merindui kebahagiaan di bawah naungan Islam dan Al Quran.

Pernikahan ini adalah antara ruang perbaikan diri yang paling baik dan paling besar. Perkara kecil sering saja mencipta konflik besar dalam rumahtangga. Bincanglah dengan telus dan hikmah segala ketidakpuasan hati. Jujurlah, bukalah hati dan matamu dengan luas untuk melihat kelebihan pasangan, dan ungkapkanlah pujian dan penghargaan agar kalian makin bersemangat mengikhlaskan diri dalam naungan pernikahan yang ALLAH kurniakan pada kalian.

Rumahtanggamu yang kalian bina di jalan dakwah ini,.. usahakanlah agar jauh lebih baik dari rumahtangga mereka yang lain yang berada di sekelilingmu. Rumahtangga itu mampu menjadi lebih baik bukan kerana kekerapan kalian bersama, bukan kerana harta material yang kalian nikmati bersama, bukan sekadar kemesraan fizikal yang kalian lalui, namun rumahtangga itu menjadi lebih baik kerana besarnya hati kalian untuk terus memperbaiki diri menjadi pasangan bertaqwa yang diredhai ALLAH.

Rumahtangga itu lebih baik apabila kalian bersungguh dan ikhlas mendalami dan mengerti hati suami dan isterimu. Bukan untuk menyemarakkan cinta tak tentu arah, namun untuk menyemarakkan cinta yang terbina di jalan dakwah…di hadapan ALLAH, di jalan pernikahan yang paling di redhai ALLAH…

Selamat menyubur cinta di bawah naungan cintaNYA..



Comments

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?

Poligami: Bersedia Hadapi Ombak Perasaan