Monday, January 21, 2013

Pernikahan: Energizing Cycle

 
Ramai lagi teman-teman kita di luar sana yang teringin menikah, teringin bergelar suami dan isteri, teringin berbuat baik kepada pasangan, menikmati kemesraan dan kebaikan hidup berpasangan - memiliki jodoh soleh solehah dan zuriat sebagai penyejuk hati penawar jiwa.

Hari ini, pada kita yang telah membina rumahtangga, seperti mana kita berjuang untuk bernikah dulu, berjuanglah untuk tetap membangun keharmoniannya. Jangan biarkan rumahtangga jatuh, rosak, dan musnah akhirnya.

MULAKAN DENGAN DIRI KITA sebagai suami dan isteri menjadi pasangan yang membahagiakan, hentikan menuding kesalahan dan kelemahan pasangan. Mulakan dengan diri kita memberi aura dan energi positif pada pasangan dan rumahtangga.

Kadang berlaku perkara dari suami yang menyinggung hati isteri, tetapi tatkala isteri memilih untuk tetap memaafkan, untuk tetap menghormati - isteri sebenarnya telah berlaku ihsan dalam membangun cinta kasih di mahligai pernikahannya.

Seorang suami, tatkala hatinya terguris dengan tingkah negatif isteri, namun tetap menyintai isteri dan menunaikan tanggungjawabnya, maka sesungguhnya suami telah berlaku ihsan dalam rumahtangga pimpinannya.

Dalam aspek yang lebih besar, suami dan isteri mengaurakan energi yang besar untuk keharmonian rumahtangga jika mempraktikkan sikap:

1- tetap berbuat baik sekalipun pasangan menyakiti hatinya
2- tidak membalas keburukan pasangan dengan keburukan
3- menyampaikan keperluan diri dan teguran dengan penuh kasih sayang

Sikap baik suami isteri penuh ihsan ini akhirnya akan menukar situasi konflik yang negatif menjadi sembuh, bahagia lagi menenangkan.

Di sisi lain, cara yang efektif untuk melunturkan cinta dan menghilangkan kemesraan rumahtangga adalah dengan ayat:

"Kalau suami aku boleh sakitkan hati aku, aku pun boleh sakitkan hati dia..!"

"Kalau isteri aku boleh merajuk boikot aku, aku pun boleh merajuk boikot dia...!"

Berhenti sejenak. Mencintai adalah satu keputusan. Berbuat baik adalah dari kekuatan iman. Rumahtangga ini adalah untuk mencari redha ALLAH, bukan untuk menurutkan nafsu perasaan, membiarkan syaitan bergelak ketawa dengan kejayaan mereka memecah belah belah kasih sayang suami isteri.
 
 
____________________
 
 

2 comments:

D Yatie said...

betul. itulah namanya toleransi. kita semua tak sempurna sebab itu suami isteri perlu saling melengkapi. kan? :)

Norliza Ismail said...

Alhamdulillah..dalam waktu sy mencari2 semangat untuk membaiki hubungan dengan suami, sy terjumpa blog ini yg telah byk menyedarkan sy dgn kata2 yg begitu halus dan benar. semoga blog inj akan terus menjadi wadah untuk sy menjadi isteri/pasangan yg lbh baik. syukran..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...