Skip to main content

Anak: Bersabar dan Bersabar

 
Pagi pagi tadi, saya 'bergaduh' dengan anak lelaki saya yang 4 tahun. Saya ter'marah' yang over. Lepas tu saya marah diri sendiri dan sangat sedih dengan diri sendiri - sebab sikit sangat bekal sabar saya :(

Saya sangat bersyukur Allah bagi saya dua hero kecil Abdullah dan Abdurrahman dalam hidup saya, kedua-dua mereka dikurnia Allah di bulan ramadhan - tapi..kadang macam take for granted dan kurang mensyukuri dapat mendampingi mereka setiap hari.

Allah menggembirakan hati saya seorang ibu- bila anak anak bercakap dan bersikap positif, dan kenapa bila Allah uji sikap negatif anak - kita tak sempat tekan butang pause sebelum marah sedangkan kalau kita jujur muhasabah diri , sikap negatif anak banyaknya adalah refleksi cara kita mendidik nya.. Patutnya marah diri sendiri sebelum marah anak. Perlu marah anak (baca:tegas) tapi jangan keterlaluan.

Anak kecil, mindanya dan hatinya sangat perlu difahami oleh saya dan kita orang dewasa, supaya dapat mengelak pergaduhan yang tak perlu. Pergaduhan dan kemarahan yang mungkin meninggalkan efek negatif pada hati anak untuk jangka masa panjang.

Anak saya sedang belajar tentang dunia ini. Tentang rutin hidup. Tentang komunikasi. Hati dan jiwa mentah mereka perlukan input yang banyak dari saya, saya perlu bercakap dengan jelas, lemah lembut, bersabar dengan pengulangan, menahan marah, menahan jeritan, menahan dari menyakiti anak dengan tangan..

Menjadi ibu bapa  yang adil dan berhikmah sangat sukar. Saya sangat perlu pertolongan Allah dan petunjuk Nya. Hanya Allah yang berkuasa ke atas diri kita dan anak kita. Dekat lah pada Allah wahai mama. Minta Allah perbaiki akhlakmu, menambah kesabaran mu dan kebijaksanaanmu Mengendali kerenah anak yang kadang sangat menguji hati.

Minta Allah bantu kita Didik anak jadi anak soleh, mendidik anak beerti mendidik diri sendiri menjadi lebih baik setiap hari.

Mohon pertolongan Allah dengan sabar dan solat :')
 
*****
 
Nota tambahan:
 
 
Syaikh Ibnu Al-'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ (Barangsiapa yang tidak merahamati maka tidak dirahmati), yaitu barangsiapa yang tidak merahmati manusia maka ia tidak akan dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla –kita berlindung kepada Allah akan hal ini-, serta Allah tidak memberi taufiq kepadanya untuk merahmati.

Hadits ini menunjukan bahwa bolehnya mencium anak-anak kecil karena rahmat dan sayang kepada mereka, apakah mereka anak-anakmu ataukah cucu-cucumu dari putra dan putrimu atau anak-anak orang lain. Karena hal ini akan mendatangkan rahmat Allah dan menjadikan engkau memiliki hati yang menyayangi anak-anak.

Semakin seseorang rahmat/sayang kepada hamba-hamba Allah maka ia semakin dekat dengan rahmat Allah. Bahkan Allah mengampuni seorang wanita pezina tatkala wanita pezina tersebut merahmati seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan…"

(firanda.com)


 
 

Comments

Popular posts from this blog

Menjadi isteri kedua

Ketika suami menikah lagi...

Adab Isteri Dalam Rumahtangga Poligami

Pengalaman Sebagai Pembantu Di Klinik

Suami Isteri: Berbaloikah Perhubungan Jarak Jauh?