“...Jadilah kalian hamba-hamba ALLAH yang bersaudara." (Hadis Riwayat Muslim)
Monday, March 25, 2013
Isteri yang berbudi, moga dapat suami mithali ;)
Menulis blog berkaitan pernikahan dan poligami, tidak sedikit para isteri yang berkongsi 'masalah' suami dan ujian rumahtangga. Dan saya suka memfokus kepada - apa peranan yang isteri boleh lakukan?
Tanyalah pada suami, dan bakal suami, jauh di sudut hati ingin menjadi 'imam'mu yang baik, suami yang soleh, suami yang hebat...
Namun, niat baik itu harus dibantu isteri dari awal malah dari sebelum kahwin jika ada ruang. Bantuan yang macam mana...?
Seperti kata Dr Kevin Leman dalam buku relationship:
#This fact is very important fact - he wants to be a good husband. He wants to please you. But he doesnt know how to do that. He needs your help.
Suami sangat penting baginya untuk melihat wajah gembira/ senyum isteri. Jadi, seperti yang Rasul saw ajar, jadi isteri yang memandang suami dengan wajah manis dan banyak bersyukur ,(baca: banyak berterima kasih).
Dari awal nikah, bila ada perbuatan dan perkataan suami yang disukai, jangan berbunga dalam hati sorang sorang. Kongsikan dengan suami, apa perbuatannya yang menggembirakan dan membantu menaikkan emosi dan diri kita sebagai isteri.
Penting untuk suami tahu, supaya suami boleh kekalkan dan improve. Ucapan terima kasih dan pengiktirafan isteri adalah pembangkit semangat suami, sepertimana kata cinta dan perhatian suami pada isteri membangun perasaan isteri.
Kagum pada effort dan karakter suami, jangan simpan dalam hati. Jangan sekadar tulis di fb, tapi luahkan dengan penuh perasaan bila berdepan.
Bila emosi suami terjaga dengan kesyukuran isteri, insyaAllah dia akan terus berusaha menjaga emosi isteri. Kesyukuran isteri yang banyak kepada suami, akan membantu suami menerima teguran dan kritikan isteri untuk perbaikan.
Biasanya, bila isteri menyebut, "Suami saya tak boleh ditegur...!" mungkin isu sebenarnya ialah isteri tak highlight kebaikan, sangat jarang berterima kasih namun sering pula menampakkan kesalahn suami.
Isteri pun tak suka asyik dikritik suami - bila suami jarang memuji dan jarang menghargai...kan...?
_____________________
Ucapan Terima kasih, pujian, senyuman - kadang tiga hal kecil yang tidak dibudayakan ini membawa kepada rumahtangga yang kecundang.
Mulakan dari awal nikah, anda mampu mengubahnya..! (mengubah statistik perceraian negara)
Saturday, March 23, 2013
Pergi haji.
![]() |
| :: Abdullah cakap," Teman-teman mama semua, sebelum pergi melancong ke negara lain, marilah berumrah berhaji... Perasaan dan pelajaran yang mahal perlu dipelajari di sini" |
Bismillahirrahmanirrahim
Assalammualaikum wrb ..semoga teman-teman yang dikasihi semua sihat sejahtera dalam menongkah arus dunia sementara ini. Walau kita tak pernah saling bertemu, moga hati-hati yang saling terikat ini adalah kerana kita berusaha menuju cinta ALLAH yang satu ^_^
Hari ini di library Shah Alam saya berkesempatan membaca buku seterusnya tentang perjalanan spiritual bernama Haji. Buku pertama saya baca bulan lepas, bertajuk Tips Haji Muda oleh Pengarangnya Prof Ridzwan. Menginjak tahun 2013, hati saya melonjak teringat, teringin, mahu yang amat... menunaikan haji! :( kenapa perasaan ini hadir tiba-tiba, tidak dari dulu... dulu rasa banyak perkara lain yang nak dicapai, rasa sukar nak tinggalkan anak, rasa dah tua sikit baru pergi, ..sebenarnya tak ada rasa yang kuat! rasa biasa je...
Hari ini baru membaca beberapa muka surat buku tulisan Prof Kamil Ibrahim - bertajuk 50 tips Motivasi Haji, air mata saya berderai. Agaknya tulisan yang benar lahir dari hati akan meruntun hati pembaca juga.. :'(
Beliau menceritakan pengalaman 'biasa' dan tersendiri seorang hamba yang menunaikan haji dengan hati yang tekad kerana ALLAH, namun penceritaannya membuatkan perasaan saya menjadi luar biasa, saya terasa sudah sampai di depan kaabah. Menyahut seruan haji. Saya berulang kali mengesat airmata di Kid's Zone perpustakaan yang riuh rendah dengan anak-anak berlari...kerana berulang kali mendengar pesanan tentang doa, doa, doa serta tahajud. Adakah nasihat yang lebih baik dari menyeru mendekati ALLAH, mengingatkan kepada akhirat dan berpesan ke arah amal soleh...?
Moga ALLAH memberi syurga buat Prof Kamil, Puan Roza dan Prof Ridzwan atas nasihat dan perkongsian mereka yang menyuntik semangat orang lain untuk pergi haji malah mentransformasi seluruh kehidupan kepada menjadi hamba Tuhan..!
Beliau menceritakan pengalaman 'biasa' dan tersendiri seorang hamba yang menunaikan haji dengan hati yang tekad kerana ALLAH, namun penceritaannya membuatkan perasaan saya menjadi luar biasa, saya terasa sudah sampai di depan kaabah. Menyahut seruan haji. Saya berulang kali mengesat airmata di Kid's Zone perpustakaan yang riuh rendah dengan anak-anak berlari...kerana berulang kali mendengar pesanan tentang doa, doa, doa serta tahajud. Adakah nasihat yang lebih baik dari menyeru mendekati ALLAH, mengingatkan kepada akhirat dan berpesan ke arah amal soleh...?
Moga ALLAH memberi syurga buat Prof Kamil, Puan Roza dan Prof Ridzwan atas nasihat dan perkongsian mereka yang menyuntik semangat orang lain untuk pergi haji malah mentransformasi seluruh kehidupan kepada menjadi hamba Tuhan..!
Duit yang cukup rupanya bukanlah modal untuk berbuat apa-apa amal soleh. Sesungguhnya segala perasaan dan perbuatan kita ini adalah dalam kekuasaan ALLAH. Kita sangat bergantung pada hidayah, taufik dan inayah ALLAH. Yang diperlukan untuk mampu menunaikan haji ialah niat yang bersih dan kesungguhan yang jitu. Bersungguh-sungguh berusaha pergi haji, merancang kewangan, mengurus akhlak, mencantik peribadi, memuhasabah target hidup, bukan sekadar teringin-teringin atau haji itu menjadi sesuatu yang diakhirkan setelah perkara dunia lain tercapai.
Buku Tips Haji Muda, pertama sekali rasa hiba mengetuk hati bila membaca pengalaman mereka meninggalkan anak-anak termasuk baby selama sebulan lebih..di situ saya telah terasa pengorbanan yang amat besar. Berkorban perasaan di samping berkorban masa dan wang. Dan berkorban segala lainnya. Kedua, merembes air mata membaca kisah para warga tua yang uzur dan terlantar ketika di Tanah Suci Mekah lantaran tidak berdaya dengan situasi dan suasana haji yang sukar digambarkan itu.. Kasihannya mereka... itu dorongan utama untuk saya, agar pergi haji ketika muda bertenaga dan moga boleh membantu mereka yang uzur semampunya.
ALLAH lah segala-galanya buat kita, dari berniat, sebelum , semasa dan selepas menunaikan rukun islam kelima. Moga ALLAH bantu saya mengubah sempadan iman, dari sekarang, sebelum hingga selepas haji. Seperti perkongsian Prof Kamil dan isteri beliau Puan Roza Roslan yang menyentuh hati lagi bermanfaat tentang kisah perjalanan haji yang menjadi titik tolak mengenal ALLAH. Ya ALLAH sampaikan diriku ke sana untuk haji..! Doakan saya..! Tahun bila, umur bila - kita hanya merancang. Dan ALLAH lah yang Maha Berkuasa menentukan.
Kesimpulannya untuk entri ini ialah, jom kawan-kawan , kita berniat, mendaftar haji, berusaha, bersungguh dan merancang untuk menunaikan rukun yang sekali seumur hidup ini..jangan tunggu lagi, mati sedang menanti...! Kita dapat pergi haji dengan pilihan dan rahmat Allah...! Doakan saya dan kita semua termasuk di dalamnya..
Sahabat-sahabat yang dah pergi haji..ada tips, nasihat dan pandangan untuk saya tak ? Terima kasih mensedekahkan kata-kata yang baik kepada saya, moga ALLAH membalas dengan syurga dan redhaNYA ^_^
Sahabat-sahabat yang dah pergi haji..ada tips, nasihat dan pandangan untuk saya tak ? Terima kasih mensedekahkan kata-kata yang baik kepada saya, moga ALLAH membalas dengan syurga dan redhaNYA ^_^
________________
Moga bermanfaat ;)
Moga bermanfaat ;)
Friday, March 22, 2013
Perkongsian dari Seorang Isteri Pertama
"I'd like to officially welcome you to polygamy 411. I'm glad you have been reading the blog. Thank you for your kind words, as well.
I have to say polygamy cannot bring any "misery" or "hardship" to anyone, the same as monogamy can't. It's just the name of a type of marriage.
One must look at the people who engage in polygamy, and determine what about them causes the "misery" and "hardship" that they experience while in a polygamous marriage. If she takes a good look at herself, probably she would come to realize it is her desires that cause the pain, hardship, suffering and all other problems.She's not getting her desires fulfilled the way she wants them to be.
Allah speaks about desires in the Holy Quran. Our desire should be to serve and worship Allah for which we were created. We try to satisfy our own desires and please ourselves. We want what we want, when we want it, and how we want it. It's like a baby crying when it wants to eat or the diaper needs changing or ???
The person is the problem, not the institution of polygamy.
The Muslim men who speaks of all the reasons polygamy is good speak a bunch of rhetoric. Of course men are going to come up with reasons polygamy is good because someone is bound to ask them why they believe in and accept polygamy. If a man speaks to his current wife about polygamy, one of the first things she will ask is why he wants another wife. He needs an answer, right?
The reason polygamy is good is because Allah swt allows it; it's the bottom line. He permits it. It is why polygamy is good. Who knows better than Allah? What? People think Allah didn't know what He was doing when he made polygamy permissible? Do they think He would permit something that is not good? Do they think He couldn't see the future. He created the Heavens and the Earth and all between. This is His Kingdom.
You said men practice polygamy for selfish reasons. Yes, this may be true. So? Everyone does many things for selfish reasons. We all will account to Allah for all we do.
Any hurt and pain a woman experiences in polygamy is due to a wrong belief she has in Allah or no belief in Allah. She should stop blaming others for her pain and suffering. Allah is a Just God. No one can bring any good or harm to us except by His leave. It's what He tells us in the Holy Quran. If the children are suffering in a polygamous marriage, their parents probably haven't taught them the Truth - Islam.
You stated, "I think not accepting polygamy is not equivalent to being disobedient to Allah." If Allah swt places a woman in a polygamous marriage and the man is not abusive to her and she doesn't like being in the marriage, she has a problem with her Lord - Allah. Allah is the One who decided the person would live in polygamy, with whom, and for how long.
You are correct that a person can leave the marriage (if Allah let it (divorce) come to fruition) if she doesn't want to share her husband. Why wouldn't the woman want to share her husband? None of the reasons she come up with could be good. She doesn't want to share because her heart is diseased. Allah says no one can enter Paradise with a diseased heart. Yes, she can leave the marriage, if Allah permits her to, and she will take her diseased heart with her. I suggest she pray Allah swt puts her in some type of situation that would get her heart cleansed or else she is headed for the Hellfire. "
__________
When we live a life of polygamy we all must go through stages in it. I truly believe it. I don't think there is a way to bypass the pain that we must endure. But, I can say from my own experience that the pain does go away. I no longer have any pain in my heart from living this lifestyle. The envy is gone and the jealousy has subsided tremendously. I don't think of her that often when at one time she was a constant on my mind. You'll have to learn to control the thoughts in your mind and you can only do it by turning all your attention to Allah and remembering Him. I like this lifestyle now. It has many benefits for me.
___________
In the initial stages of polygamy, many of us found ourselves blaming ourselves for our husbands having married another. As we grew in our faith, we began to realize and understand that we had nothing to do with it. There are people who are monogamous; there are people who are polygamous; there are people who are single, some never marry. Allah determined what each of us would be and he determined who our spouses would be.
We come to learn the higher meaning of truth. We no longer live in yesterday and think the way we thought when we were in Jahilliayah (Days of Ignorance). Allah says the seeing and the blind are not alike. He says those who know and those who do not know are not alike. Allah takes some of us out of the darkness into the light.
For you to come onto the blog and tell us we are to blame for our husbands taking another wife, does nothing for our faith in Allah. It's a set back. It's taking us back to the elementary stage of polygamy. We want to go forward not backwards. What is done is done. It was yesterday. Some of us read your comment and remembered the days of old when we had the incorrect belief and we lacked knowledge. We remembered the pain and hurt we felt from taking blame that was unwarranted.
With regard to the statement you made about taking responsibility, the only responsibility a Muslim/believer has is to Allah - to worship, serve Him, obey Him and Praise Him the way He tells us to. He instructs us to Believe, do righteous deeds and repent. He tells us to strive for Paradise. It is what many of us here are trying to do.
Some here say they make things happen; they have free will; they have power, blah, blah, blah, and there are others who believe Allah is in control of all things. Only He has Power. He decides all things .... Each of us must believe whatever Allah allows us to believe. I know Allah swt tells us that if we follow the common run of people, they will lead us astray. If we think the way the non-Muslims think and believe the way the non-Muslims believe, we are equally non-believers. Again, Allah swt says the seeing and the blind are not alike. He leads the believers out of darkness into light.
There are those on this blog who want to continue to move forward in this life, which is extremely short, and do as Allah commands us to do. We should live our lives with the Quran as our criterion and our guide.
With that said, no we don't want to go back and dissect our lives and try to determine why Allah swt placed us into a polygamous marriage because no one but Allah knows. No we don't want to blame ourselves for what another did. We are not to blame.
Source: http://polygamy411.com/have-you-made-your-spouse-your-lord/
Thursday, March 21, 2013
Jom baiki solat kita...!
Dalam kesibukan dan keterpesonaan kepada dunia dan isinya, kita sering lupa perkara yang penting untuk diperbaiki dan diperindah, sebelum tiba tiba kita dipanggil Allah - iaitu solat.
"Amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah solatnya. Apabila ia menyempurnakannya, maka dituliskan baginya pahala berlimpah..." (Sahih, riwayat Ibnu Majah)
Jom baiki solat kita, mencari ketenangan dan kebahagiaan pada menghayati solat ♥ Kadang kita merasa punya banyak masalah, sebelum menuding jari menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan kita - kita renung-renung solat kita.
Solat kita, adakah terasa manis dalam berhubung dengan ALLAH...? Adakah hubungan dengan ALLAH terasa teguh dan intim melalui solat..? Jika tak mesra dengan ALLAH, bagaimana mahu mesra dan merasa manis dalam urusan urusan dunia yang lain.. pesanan untuk diri sendiri terutamanya... ^_^
_______________
The Sweetness of Prayer
The prayer is one of the most beautiful acts of worship. When one does his tasleem* to end the prayer, there is a certain sense of serenity. Ibn Al-Jawzi said about the prayer:
إنا في روضة طعامنا فيها الخشوع و شرابنا فيها الدموع
“We are in a garden, where our food is khushoo’ (devotion), and our drink is the tears that flow.”
For a person who has true devotion in his salah, his soul is not even with him; as Ibn Taymiyya said, his soul is actually circling the Throne of Allah.
One could say that those were the people of old. No one feels this way anymore. But this isn’t true; one only has to realize the importance of prayer, and unlock the secrets of khushoo’ to taste this unique sweetness. Then the prayer becomes your refuge; the remover of your distress; something that you look forward to; and something that you wish would never end.
Let us begin to unlock these secrets and truly connect to our Lord when we pray.
Step One
The first step is that we have to change our understanding of khushoo’. Having khushoo’doesn’t just mean that you are concentrating and you are not distracted. Having a present heart is only the first level of khushoo’. It is as though you have just entered through the door, and now you have the whole house to explore. There are depths and depths to khushoo’.
Some may say that having a present heart is hard enough. Before coming to the prayer, we need to put it into perspective. Say we spend ten minutes in each prayer. That equals fifty minutes a day, so not even one hour. The rest of the twenty-three hours are for our dunya (this world). Can we give these fifty minutes solely for Allah, or do we have to turn them into dunya as well?
Think of this before you start your prayer, so that your nafs (self) doesn’t tell you that it is too hard to concentrate—because you can do it. Remember that the sweetness of being in front of Allah far supersedes the sweetness of whatever dunya distracts you.
Greater Depth
There is a greater depth, and that is understanding. Truly understanding what you are reciting, and contemplating it. On the show, Mishary Al-Kharaz stated: “Let me introduce you to one of your biggest competitors in the salah.” Do you know who he introduced?
One of the pillars in the masjid. Yes, the actual physical pillar. Any pillar, whether you are at home, work, or the masjid, is your competition. Why?
Because if you stand in prayer, it stands longer. When you are in your sujood, it is insujood longer. You do your tasbeeh, it does its tasbeeh for longer. How? Allah says in the Qur’an:
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
“…And there is not a thing except that it exalts [Allah] by His praise, but you do not understand their [way of ] exalting,” (Qur’an, 17:44).
And:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ
“Do you not see that to Allah prostrates whoever is in the heavens and whoever is on the earth and the sun, the moon, the stars, the mountains, the trees, the moving creatures and many of the people? But upon many the punishment has been justified.” (Qur’an, 22:18).
“But I read the Qur’an!” we say. You are not the only one that reads Qur’an.
Yet, if you ask the pillar, or the parrot, what they understood, they would not be able to respond. So we need to ask ourselves—are we any better? What does it mean when we say “sami’a Allahu liman hamida“? What about the tahiyyat*? Not the generic meaning, but the specific meaning. Insha’Allah throughout this series we will understand these meanings so that we can attain this level of khushoo’.
One last thing…
Do not say, “But I can’t!” How can Allah ask you to have khushoo’ in salah and then make it impossible for you? Even if Arabic isn’t your first language—did Allah not know that Islam would spread far and wide? A’udhubillah (I seek refuge in Allah) from any such thought.
So remember that you can. Strive, and you will achieve it insha’Allah (Allah willing). Remember that Allah is Generous, more Generous than we can even imagine. If you take one step towards Him, He is the One that comes to you at speed. Allah says:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
“And those who strive for Us— We will surely guide them to Our ways.” (Qur’an, 29:69).
So bismillah (in the name of Allah), and insha’Allah let us pray that by the end of it, we all have much more khushoo’ than we used to.
—
*“Tasleem” is saying “assalamu alaykum wa rahtmatullah” (may peace and mercy be upon you) signifying the end of the prayer.
*“Tahiyyat” are the salutations which we say after the two prostrations in the second and last rak`ah.
___________
Article 'The Sweetness of Solat'
Wednesday, March 20, 2013
Pernikahan: Kreatif Mencari Masa Berkualiti
Salah satu musykilah yang ditanya oleh isteri kedua ialah, kesibukan suami dengan kerja dan dua keluarga hingga tiada masa untuk keluar berdua, atau bershopping sama, atau beriadah bersama... dan merasakan alam poligami menjadi penyebab dirinya tidak menikmati semua itu bersama suami...
Pandangan saya untuk isteri di alam poligami atau kalian yang menjadi satu-satunya isteri sekalipun, kita harus kreatif menyusun aktiviti dengan suami... bukan poligami saja, semua orang tak cukup masa dan tak cukup duit hingga banyak perkara terpaksa diketepikan...!
Kerja dari isnin sampai jumaat, balik malam, ada yang kerja tujuh hari seminggu, ada yang kerja di ofis dan berkhidmat juga untuk masyarakat di luar waktu ofis, namun masih bahagia... tanyalah apa rahsia mereka..
Sebenarnya ialah cara kita menyusun waktu dan cara kita komunikasikan ia dengan pasangan. Jangan duduk dan lihat saja, menunggu dalam kesedihan, bilalah suami nak bawa jalan atau nak keluar sekali beli barang dapur...
Kalian lebih tahu suami kalian, lebih tahu masa lapangnya, lebih faham masa sibuknya, lebih tahu kesukaan dan ketidaksukaannya, maka carilah kesempatan di antara semua itu... Kebanyakan suami normal suka menggembirakan isteri dan mereka tak tahu apa yang bermain di fikiran isteri...
Sampaikan dengan cara kreatif, baik lagi berhikmah... dan merayulah pada Tuhan di samping meminta dan berusaha dengan insan (suami)... Moga Allah mudahkan kalian menjadi suami isteri yang saling membahagiakan ♥
Doakan saya juga, agar menjadi isteri yang bersyukur dan KREATIF :D dengan keterbatasan waktu bersama suami. Suami saya yang bergilir ke rumah tiga isteri, dengan jadual kerja (training dan penerbangan yang tak menentu) beberapa hari, waktu tidur yang tak sama kadang-kadang, (penerbangan/training sepanjang malam)... Purata bertemu 4 kali sebulan Alhamdulillah setakat ini masih memberi bahagia dan ceria pada saya.. di masa akan datang...??? Saya juga insan biasa yang perlukan nasihat dan kata kata inspirasi dari sahabat pembaca semua <3 p="">
Komen sahabat fb:
1#
Nurul Shafinaz Abdullah Perkahwinan
memang very hard..jadikan diri lebih matang..bercinta sebelum kahwin dan lepas
tu berkahwin adalah satu perkara yg sangat jauh berbeza bagai langit dan
bumi....bercinta selepas kahwin juga yang indah...
2#
3>
Ayushida Mohd Don Setuju,
rumahtangga tanpa poligami pun perlukan kebijaksanaan isteri memilih
masa untuk bersama suami, apalagi bila anak-anak ramai, 5-8 org anak, bila
agaknya nak berdua saja? Kualitikan masa, mungkin waktu kita
membersihkan wajah suami, memotong kukunya, atau menonton tv bersama
lebih berkualiti dari keluar shopping yg perlu berebut-rebut di hari
minggu..... jangan terlalu fikir apa yang kita TAK ADA, sebaliknya gunakan
apa yg kita ADA..insyaAllah.......
Terima kasih semua ...! :D
__________________
Love, Nurul
Tuesday, March 19, 2013
Poligami Bukan Alasan Cerai
Saya membeli majalah terlaris di Karangkraf ini kerana ingin membaca topik 'Poligami Bukan Alasan Cerai' dan Alhamdulillah Allah temukan saya artikel lain berkaitan kisah sukar dan duka masyarakat yang menginsafkan dan memberi banyak pelajaran berharga.
Kisah isteri yang lumpuh setelah 10 bulan berkahwin - mengajak kita menghargai dan memanfaatkan nikmat sihat sebagai wanita.
Pelbagai kisah lagi yang mendidik kita untuk menjadi insan yang sangat sabar dan banyak bersyukur melalui liku liku kehidupan....
Tentang poligami, jika mempelajari dan memahami hikmah aturan Allah yang indah ini, insyaAllah kesukaran menjadi kemudahan.
Jika tetap memperbaiki diri sebagai isteri dan hamba Ilahi, insyaAllah kegelisahan berganti ketenangan hati.
Teruskan membangun komunikasi yang baik dengan suami, dan komunikasi hati dengan Tuhan - insyaAllah kehidupan poligami menjadi pilihan dan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Moga Allah menunjuki para suami dan para isteri yang selalu kembali kepada Allah.
--------------------
Tentang artikel "Poligami Bukan Alasan Cerai" - antara poin yang dikongsi ialah - kalau isteri pertama menyatakan suami adalah baik, adil dan bagus dari semua aspek, hanya isteri tak dapat menerima suami bernikah lagi - itu bukanlah alasan untuk meminta cerai, tulis Puan Suzana.
_______________
Hampir dua minggu saya tidak berkesempatan menulis dan merespon kepada persoalan poligami, pelbagai pandangan positif negatif hadir di blog dari pembaca.
Yang melihat sudut positif, alhamdulillah. Yang melihat aspek negatif, di sana ada ruang dan peluang untuk mengenali, memahami dan merasai kebaikan syariat ALLAH bernama poligami. Saya mencadangkan buku Dr Yusuf Qardawi 'Ciri ciri masyarakat Islam Unggul' yang mengupas baik sekali tentang kebaikan poligami kepada masyarakat.
Pandangan yang sering dikongsi, 'saya terima syariat poligami tapi hati saya tak mampu melaluinya' - tentang ini saya raikan cabaran yang dialami emosi isteri terutama diperingkat awal suami bernikah lagi. Dan insyaALLAh seiring masa, kesungguhan mendalami ilmu ALLAH dan merawat hati dengan kembali kepada ALLAH akan membawa kepada fasa yang mudah, tenang dan membahagiakan. Sesungguhnya bersama kesukaran ada kemudahan.
Perbaikilah hati wahai muslimah, seruan buat diri saya dan kalian. Kualiti hidup ini banyak sekali ditentukan oleh hati kita, di alam monogami atau poligami. Sesungguhnya proses membentuk dan mensucikan hati ini berjalan ke hujung nyawa..moga ALLAH bantu kita setia mencintai ALLAH hingga hujung nyawa...!
(Di samping perbaiki kualiti yang lain - kualiti pengurusan, kualiti ilmu, kualiti amal, kualiti komunikasi etc)
Monday, March 18, 2013
Nasihat untuk suami.(dan isteri)
Assalammualaikum wa rahmatullah
'Pesanan untuk rumahtangga kak', pintanya yang bakal bergelar suami beberapa hari lagi.
Saya suka orang lain memberi nasihat kepada saya tentang Ittaqillah dan komunikasi bila datang bab perkahwinan, maka itu juga nasihat buat kalian yang bakal berdua... tambahan nasihat lain yang saya ingin kongsikan ialah lazimkan benda-benda kecil untuk mengikat hati suami dan isteri - senyum, terima kasih dan minta maaf.
Sesungguhnya seorang isteri suka suami yang bermanis muka dan memandangnya dengan wajah gembira (walau kadang-kadang kita manusia akan berwajah penat, marah dan tertekan)..
Seorang isteri terisi hatinya dengan ucapan terima kasih suami atas usaha-usahanya menggembirakan dan menyenangkan hati suami dan mengatur urusan rumahtangga. Berterima kasih atas masakan lauk pauknya, sesungguhnya dia berdebar menunggu suami menilai rasa masakannya. Berterima kasih dia menggosok baju. Berterima kasih dia mengemas bilik dan rumah. Berterima kasih dia menyambut kepulangan. Berterima kasih dia menjaga anak. Berterima kasih dia melayan ibu ayah dan keluarga anda dengan baik. Berterima kasih bila selesai berhubungan intim...dan carilah banyak perkara untuk dihargai dan diberi ucapan terima kasih.
Secara berkala akan ada konflik mendatangi suami isteri, suami tersalah cakap, tersalah bertindak hingga isteri terasa hati. Maka perlu saling memaafkan, dan minta maaf untuk bahagian yang kita bersalah. Suami yang lembut hati dan dekat dengan tuhannya tidak ego melafaz kata maaf atas kesalahannya. Maafkan, minta maaf, saling memujuk - teruskan kehidupan ♥ Isteri akan rasa suaminya prihatin kepada perasaannya.
Jika tak mampu dan kelu lidah untuk kata penghargaan dan kata maaf secara berhadapan, manfaatkan hp canggih anda untuk komunikasi maya :)
Inilah pesanan saya untuk para suami... sebegitu pentingnya sifat ini pada suami dalam membahagiakan isteri - sama juga - isteri yang memiliki dan melakukan perkara yang dikongsi ini adalah isteri yang bahagia lagi membahagiakan ♥
Malah terlebih penting untuk isteri memiliki isteri berwajah manis, ceria, sering berterima kasih dan meminta maaf atas kesilapannya pada suami :)
Moga ALLAH menunjuki kita semua untuk menjadi suami isteri yang bertaqwa .... dan moga kehadiran kita dalam kehidupan pasangan memberikan sesuatu yang bermakna untuknya.
__________________________
Love, Nurul
Subscribe to:
Posts (Atom)
Poligami: Sebelum Bercerai
#tipspoligami Poligami sangat berat untuk isteri hingga tidak sedikit yang melihat perceraian sebagai jalan keluar dari segala sakit h...









