Thursday, January 31, 2013

La Tahzan: Bertaqwa dan beramallah

Tahu. Tapi selalu terlupa. Dan perlu mujahadah untuk menghayatinya di segenap kehidupan. Ingatan untuk saya dan kita semua ♥ Terima kasih ukhti habeebati yang memberi tazkeerah ini.

______________________________
Indah sungguh kalam-kalam Tuhan yg mengubat hati hamba-hambaNya yg berduka. Kadangkala kita rajin membaca dan mengharapkan kalam-kalam manusia, tetapi lupa dengan pujukan Sang Pencipta.

Surah Az-Zumar, Verse 10:
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah (wahai Muhammad, akan firmanKu ini, kepada orang-orang yang berakal sempurna itu): "Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Bertaqwalah kepada Tuhan kamu. (Ingatlah) orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan beroleh kebaikan (yang sebenar di akhirat). dan (ingatlah) bumi Allah ini luas. Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira".

Surah Taha, Verse 130:
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

Oleh itu, bersabarlah engkau akan apa yang mereka katakan, dan beribadatlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya; dan beribadatlah pada saat-saat dari waktu malam dan pada sebelah-sebelah siang; supaya engkau reda (dengan mendapat sebaik-baik balasan).

Surah At-Talaq, Verse 2-3:
Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya), Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya. Dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.



______________________________

 Bertaqwa dan berbuat baik adalah sebaik -baik jalan keluar dan jalan menuju kebahagiaam dunia dan akhirat.



 

Tuesday, January 29, 2013

Bersedia berpoligami sebelum menikah...?


 Ada beberapa muslimah yang menghadapi lamaran dengan calon suaminya menyebut tentang isu poligami, menampakkan bunga-bunga hasrat si tunang untuk berpoligami suatu hari kelak.

Wahai muslimah yang disayangi, jangan biarkan perasaan kita dimainkan dan digelisahkan... dengan ilmu dan keimanan, kita akan tenang dan bahagia mengatur kehidupan sekalipun si dia berkongsi pandangan dan harapan untuk berpoligami.

Satu alternatif yang ada ialah, kita menyambut positif perkongsian si lelaki tentang poligami. Tanya apa pandangannya tentang poligami. Apa perancangannya. Apa harapannya.... ok ke..? :)

Dan sebagai bakal isteri yang cerdas dan berkeyakinan, beri dorongan pada bakal suami, "Saya doakan awak menjadi suami yang baik, semoga awak dapat menjadi suami yang baik kepada saya dan isteri seterusnya. Saya akan menambah ilmu bagaimana isteri-isteri Rasulullah menjalani kehidupan di alam poligami..Saya akan mengkaji hikmah dan kebaikan poligami pada peribadi dan ummah ini.

Awak doakanlah saya menjadi isteri solehah, menjadi pendamping yang berbakti dan mencintai suami kerana ALLAH.. dan bila tiba masanya nanti, moga saya positif dan tenang menempuh alam poligami bersama suami yang soleh macam awak."

Haaa..si bakal suami mesti bersemangat nak jadi suami yang mantap dalam semua aspek :D

Kepada muslimah dan bakal suami itu, moga ALLAH memberkati kalian dan mengumpulkan kalian dalam keberkatan :) Kalau kita mempersiapkan diri dengan ilmu dan keimanan serta kefahaman tentang poligami, kita akan menjadi isteri yang paling bahagia, poligami ataupun tidak ♥

__________________________

Moga bermanfaat :)




Sunday, January 27, 2013

Cukuplah ALLAH bagiku.



“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” – Surah At-Taubah ayat 129

"Diriku tidak punya apa, tidak cantik, tidak terpandang, tidak berjawatan, tidak punya pasangan, tidak punya anak, tidak punya harta melimpah, alangkah ruginya jika.., Kerugiaan yang paling besar, adalah Jika aku juga tidak punya hubungan baik dengan ALLAH Sang Pencipta, yang mengatur segala urusan hidupku...! Aku tidak ada apa-apa yang bernilai.."

___________

Diriku memiliki segala yang manusia idamkan, cantik, terpandang, dikenali ramai, berharta, sempurna didampingi pasangan dan zuriat...namun alangkah ruginya, jika yang tidak ku miliki adalah hubungan yang baik dengan ALLAH..! Aku sebenarnya tidak punya apa-apa! Tanpa ALLAh, aku hina..!"

Dalam hidup ini, semua insan merasa teruji - samaada dengan kekurangan atau kelebihan. Namun sedarilah bahawa ada satu perkara yang membantu kita selama-lamanya dalam hidup penuh ujian kekurangan dan ujian kenikmatan - ALLAH.

Kekurangan menyempurnakan insan. Dan merasai kehadiran ALLAH di segenap kehidupan adalah perkara ajaib yang memberi kebahagiaan dalam kesenangan dan kesulitan.




____________


Monday, January 21, 2013

Pernikahan: Energizing Cycle

 
Ramai lagi teman-teman kita di luar sana yang teringin menikah, teringin bergelar suami dan isteri, teringin berbuat baik kepada pasangan, menikmati kemesraan dan kebaikan hidup berpasangan - memiliki jodoh soleh solehah dan zuriat sebagai penyejuk hati penawar jiwa.

Hari ini, pada kita yang telah membina rumahtangga, seperti mana kita berjuang untuk bernikah dulu, berjuanglah untuk tetap membangun keharmoniannya. Jangan biarkan rumahtangga jatuh, rosak, dan musnah akhirnya.

MULAKAN DENGAN DIRI KITA sebagai suami dan isteri menjadi pasangan yang membahagiakan, hentikan menuding kesalahan dan kelemahan pasangan. Mulakan dengan diri kita memberi aura dan energi positif pada pasangan dan rumahtangga.

Kadang berlaku perkara dari suami yang menyinggung hati isteri, tetapi tatkala isteri memilih untuk tetap memaafkan, untuk tetap menghormati - isteri sebenarnya telah berlaku ihsan dalam membangun cinta kasih di mahligai pernikahannya.

Seorang suami, tatkala hatinya terguris dengan tingkah negatif isteri, namun tetap menyintai isteri dan menunaikan tanggungjawabnya, maka sesungguhnya suami telah berlaku ihsan dalam rumahtangga pimpinannya.

Dalam aspek yang lebih besar, suami dan isteri mengaurakan energi yang besar untuk keharmonian rumahtangga jika mempraktikkan sikap:

1- tetap berbuat baik sekalipun pasangan menyakiti hatinya
2- tidak membalas keburukan pasangan dengan keburukan
3- menyampaikan keperluan diri dan teguran dengan penuh kasih sayang

Sikap baik suami isteri penuh ihsan ini akhirnya akan menukar situasi konflik yang negatif menjadi sembuh, bahagia lagi menenangkan.

Di sisi lain, cara yang efektif untuk melunturkan cinta dan menghilangkan kemesraan rumahtangga adalah dengan ayat:

"Kalau suami aku boleh sakitkan hati aku, aku pun boleh sakitkan hati dia..!"

"Kalau isteri aku boleh merajuk boikot aku, aku pun boleh merajuk boikot dia...!"

Berhenti sejenak. Mencintai adalah satu keputusan. Berbuat baik adalah dari kekuatan iman. Rumahtangga ini adalah untuk mencari redha ALLAH, bukan untuk menurutkan nafsu perasaan, membiarkan syaitan bergelak ketawa dengan kejayaan mereka memecah belah belah kasih sayang suami isteri.
 
 
____________________
 
 

Sunday, January 20, 2013

Pedihnya Kehilangan...



Pedihnya kehilangan...

Kenapa harus kita berpisah? Kenapa suami/isteri pergi dipanggil ALLAH tiada kembali? Kenapa suami pergi mengasihi isteri yang satu lagi? Kenapa berlaku perpisahan dengan teman-teman yang kita sayang? Kenapa ALLAH mengambil anak tersayang kita selama-lamanya? Kenapa ALLAH biarkan rumah dan harta benda kita lenyap dan musnah dalam bencana alam yang melanda? Kenapa ALLAH biarkan kita kehilangan?

..yang sebenarnya, kita tak pernah kehilangan. Namun hati kita yang tersalah mencintai, tersalah harapan, tersalah ikatan. Kita mengikat hati dengan dunia, dengan isinya, dengan manusia, dengan harta, dengan perkara yang tak kekal dan akan hilang.

Lalu berulang kali kita merasa kelukaan dan kesakitan. Inilah sifat dunia, sifat lelaki perempuan, sifat harta dan anak-anak, semuanya akan hilang dan pergi meninggalkan kita. Lalu yang seharusnya kita lakukan ialah, meletak tali harapan dan penjagaan pada Tuhan, kerana tuhan tak pernah hilang, tak pernah menyakitkan. Tuhan tak pernah menjatuhkan dan memusnahkan jiwa-jiwa yang teguh berpaut di tali kasihNya.

Bila ALLAh ambil harta atau orang yang kita sayang, sebenarnya ALLAH mahu hati kita berpaut pada sesuatu yang lebih hebat dan agung- ALLAH.

Kepuasan dan kebahagiaan dalam hidup jangan sesekali diletak pada ‘hadiah’ Tuhan. Hadiah adalah anak-anak, pasangan, duit, harta, danseluruh isi dunia yang kita cinta. Namun sandarkan kebahagiaan hidup kita pada Tuhan Sang Pemberi segala. Maka, nikmat dan ujian yang datang bersama hadiah itu, kita akan syukur, sabar, tabah, sangka baik, tak berputus asa, tak jatuh selama-lamanya. Kerana ALLAh ada di situ menyambut kita untuk memimpin ke syurga. Hanya di syurga, gembira adalalah selamanya, tiada duka, tiada kecewa, tiada luka.

Lepaskan hati dari dunia, dari suami, dari anak-anak, dari harta benda semampunya. Manfaat anugerah itu untuk kita beramal soleh, semakin mencintai dan mendekati Tuhan yang Esa. ALLAh tidak pernah mati. ALLAH tidak pernah pergi, sepertimana orang yang kita sayang dibawa pergi. Seperti Harta yang kita kumpul dan cari, musnah tak bersisa lagi.

#Pelajaran dari Yasmin Mogahed - 'Why do people have to leave each other'

“Those who rest not their hope on their meeting with Us, but are pleased and satisfied with the life of the present, and those who heed not Our Signs.” (Qur’an, 10:7)

Don’t let your definition of success, failure, or self-worth be anything other than your position with Him (Qur’an, 49:13)



________________________


Thursday, January 10, 2013

MUmS Group ke Bukit Cherakah :D


Singgah di Taman Haiwan yang ada rusa, parrot, sekumpulan merpati, kuda dan monyet monyet liar bergayut di sekeliling :D pada Khamis, 10 Januari, 2013 - berkumpul di Bukit Cherakah pukul 10.30 pagi.


Terpegun, teruja si ibu si anak bila parrot mengucapkan Assalammualaikum dan apa khabar :D


Di laluan rumah salji, ibu dan anak kesejukan, tak bersedia dengan baju tebal :O


Anak-anak tak sabar menuunggu kedatangan Uncle Driver bus yang membawa semua berkeliling percuma di Bukit Cherakah :D Alhamdulillah beberapa jam yang memenatkan ibu anak tetapi pembelajaran dan pengalaman yang menarik untuk anak-anak semua ..!


Membawa semuanya sepuluh orang anak-anak bawah 5 tahun, termasuk dua orang dalam perut :P insyaALLAH. terima kasih ALLAH atas nikmat sihat dan masa lapang pada kami...moga bertemu lagi di playdate next week..!



________________________________




Tuesday, January 8, 2013

Jalan keluar masalah poligami..?





'Jalan keluar dari masalah poligami' salah satu persoalan yang dikongsi. Empat perkataan ini tidak ada jawapan yang ringkas, namun keikhlasan hidup kepada ALLAH dan keredhaan menerima ketetapan ujian ALLAH adalah kunci merungkai cabaran dunia sementara.

Pada lelaki yang ingin bernikah lagi, tiada apa yang anda boleh cakap atau buat yang akan meyakinkan isteri anda melainkan anda berjanjilah pada ALLAH untuk menjadi hamba ALLAH yang lebih baik, atau bertaubat memperbaiki segala kelemahan diri sebagai suami, bapa dan pemimpin keluarga. Mulakan dengan mengakui kelemahan diri, dan hati isterimu yang rapuh dan lemah itu - mohonlah pada ALLAH yang membolak balikkan hatinya. Mohonlah ALLAH menjaga jiwanya dan menambah iman pada nya.

Teruskan berbuat baik dan bertanggungjawab pada isteri anda, komunikasikan cinta dan penghargaan anda pada isteri. Jangan biarkan syaitan munggunakan isteri anda untuk anda melafaz cerai kepadanya. Yakinlah, perlahan-lahan ALLAH akan tunjukkan jalan keluar dari kesulitan. Hati suami, hati isteri dan semuanya dalam kekuasaan ALLAH.

Pada isteri yang bakal dimadu, apa yang anda perlukan ialah keyakinan diri yang tinggi untuk menghadapi poligami - ujian berat yang ALLAH design untuk hamba wanita NYA. Yakin diri membuatkan bisikan jahat syaitan dan nafsu serta cakap-cakap negatif orang tidak melemahkan jiwa kita.

Yang kita isteri mahukan sebenarnya dalam hidup ini ialah kita ingin disayangi ALLAH dan kita ingin disayangi suami. Sekalipun dimadu, sebenarnya isteri pertama tetap istimewa di hati suami, malah sangat istimewa di hati suami kerana pengorbanan perasaan yang dilalui.

Fokus untuk buat perubahan besar-besaran pada diri isteri (pesan ini dari Dr Fadzilah Kamsah kepada wanita yang dimadu) - aspek fizikal, komunikasi, akhlak, spiritual, ilmu dan persepsi - inilah yang akan buat ALLAH mencintai isteri insyaALLAH dan suami semakin cinta kepada isteri. Keyakinan diri terbina bila isteri mengusahakan menjadi isteri yang terbaik di sisi suami dan hamba ALLAH yang lebih baik dan lebih baik. ALLAH melihat perjuanganmu duhai isteri dan pasti membimbingmu melalui onak duri kehidupan ini.

Hanya dengan ilmu dan keyakinan, kita yang bernama isteri mampu tetap berakhlak baik dan mencintai suami sekalipun berat menempuh ujian poligami. Dan insyaALLAH mampu meneruskan perjanjian berat bernama pernikahan yang kita laksanakan di hadapan ALLAH satu tika dulu.

Selalulah bertanya kepada ALLAH, Ya ALLAH, apakah respon yang ENGKAU redhai hambaMU ini lakukan.. Petunjuk Quran dan sunnah yang diikuti dengan mujahadah agar memberi jalan keluar untuk kita semua insyaALLAH.



________________________


 

Saturday, January 5, 2013

Hati Seorang Suami




Ketika suamimu itu menikahi dirimu, apakah yang dirinya harapkan...? Dia berdoa, berharap dan bermimpi dikurnia teman yang akan menemani kehidupannya dalam susah dan senang. Ketika dia membuat keputusan untuk menikahimu, dia berjanji dalam hati mahu menjadi suami yang baik dan membahagiakanmu bersama anak-anak yang bakal dianugerahkan ALLAH.

Dan sebaik bermula perjalanan pernikahan, janji-janjinya direntangkan ALLAH ujian yang pelbagai... Hidup ini menuntutnya bekerja keras. Bekerja keras di luar rumah,mengharung cabarang hidup. Bekerja keras dengan sikapnya, perasaaan dan dalaman yang punya banyak kelemahan. Bekerja keras untuk tetap mencintaimu seorang isteri dan zuriatnya yang dikurnia ALLAH.

Namun, hati seorang suami itu kabur memahami tika dalam diam si isteri sebenarnya merasa sepi, sedih dan jauh dari menganyam kebahagiaan dengan suami. Isteri merasa tertinggalkan dan terasing dari suami yang melalui kehidupannya sendiri.

Dalam hiruk pikuk dan kepantasan dunia, suami dan isteri tidak sempat saling berbicara ke sudut hati, apakah kita ini bahagia dalam kehidupan bersama? Dalam tinggal serumah, tidur sekatil, ada tubuh-tubuh suami isteri yang kelihatannya dekat namun tidak ada rasa selamat dan tidak tenang untuk saling mencurah perasaan.

Ada rasa yang tertahankan. Ada kemesraan yang tak terpamerkan. Ada bisikan yang bergema sekadar dalam hati. Memandang wajah terasa tida seri. Meneruskan hidup atas nama suami isteri, namun hati tidak saling mengerti. Saling mengasihi, mencintai dan merindui...? Itu telah lama pergi, pernikahan ini nampak hidup hanya kerana anak-anak yang berhati suci memandang dan menagih kasih ibu sayang saban hari...

Wahai isteri, tika sudi dinikahi, yang dirimu inginkan sebenarnya menjadi isteri penuh cinta lagi membahagiakan suami. Galilah semua niat itu, bekerjalah menghidupkannya. Dan luruskan tujuan kerana ALLAH. Sekalipun suami seolah menyalahimu, mengasarimu, mengabaikan dirimu, bangunkanlah kelembutan dan sifat penuh pengertian untuk dirimu terus berdamping dengan suami. Untuk terus berbuat baik dengan suami sekalipun dirimu 'tidak merasa kebaikannya' lagi. Berterima kasih pada ALLAH atas kurnia suami dengan cara menjadi teman yang mendorong, menenangkan dan membantu suami dalam urusan dunia dan keimanannya.

Wahai isteri, setiap hari sedia masa untuk merenung ayat ayat ALLAH dan hadis titipan Rasulullah SAW, itu kunci utama perjalanan menjadi isteri yang bahagia.

Setiap hari, teruskan berkenalan dengan suami, senyum padanya, bersahabatlah dengan suami dengan bertanya khabar, mengambil berat dan berkomunikasi tentang keperluaanmu dengan penuh baik, dalam penuh hormat dengan bahasa yang difahami suami. Suami sangat perlukan kalian bernama isteri sebagai teman yang menghibur dan memerhatikan kehidupannya.

Isilah hati suami dengan penghormatan dan cinta agar dia tidak merasa untuk mendapatkannya dari perempuan lain yang bukan bernama isteri. kata-kata terima kasih, pujian, dan penghargaan adalah batu-batu kecil membangunkan mahligai rumahtangga yang bahagia.

Suamimu perlu dorongan dan kritikan. Perlukan nasihat dan arah untuk membahagiakan dirimu. Tunjukkan dengan hormat. Dia ingin menjadi pemimpinmu, jadilah isteri yang membangun kepimpinannya.

Setiap kebaikanmu kepada suami adalah sedekah. Kata-kata baikmu adalah sedekah. Isteri yang baik dan mulia lagi penuh pengertian, mana suami yang tak ingin membahagiakan?

Mulakan dengan dirimu, menjadi isteri yang membahagiakan. Mohonlah kekuatan dari Tuhan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...